26 Jika seseorang menganggap dirinya orang yang beribadat+ namun tidak mengekang lidahnya,+ tetapi terus menipu hatinya,+ bentuk ibadat orang ini sia-sia.+
2 Karena kita semua sering kali tersandung.+ Jika seseorang tidak tersandung dalam perkataan,+ ia adalah manusia sempurna,+ juga sanggup mengekang seluruh tubuhnya.