PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • nwtsty 1 Yohanes 1:1-5:21
  • 1 Yohanes

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • 1 Yohanes
  • Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru (Edisi Pelajaran)
Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru (Edisi Pelajaran)
1 Yohanes

SURAT PERTAMA YOHANES

1 Kami menulis kepada kalian tentang dia yang sudah ada sejak dulu, yang sudah kami dengar, kami lihat dengan mata kami, kami amati, dan kami sentuh dengan tangan kami, yaitu tentang firman kehidupan.+ 2 (Kehidupan abadi telah menjadi nyata bagi kami. Kami telah melihatnya, dan sekarang kami bersaksi+ dan menceritakan tentang hal itu kepada kalian.+ Kehidupan abadi ini berasal dari Bapak, dan itu telah menjadi nyata bagi kami.) 3 Apa yang telah kami lihat dan dengar itu kami ceritakan kepada kalian,+ supaya kalian juga bisa bersatu* dengan kami, yang berarti kalian bersatu dengan Bapak kita dan Putra-Nya, Yesus Kristus.+ 4 Kami menulis tentang semua ini supaya kebahagiaan kita sempurna.

5 Inilah berita yang kami dengar dari dia, dan sekarang kami memberitahukannya kepada kalian: Allah itu sumber terang,+ dan tidak ada sedikit pun kegelapan dalam diri-Nya.* 6 Kalau kita berkata, ”Kita bersatu dengan Allah,” tapi tetap berjalan dalam kegelapan, itu berarti kita berbohong dan tidak melakukan apa yang benar.+ 7 Tapi kalau kita berjalan dalam terang, seperti Dia sendiri ada dalam terang, kita semua akan bersatu. Dan darah Yesus Putra-Nya bisa membersihkan kita dari segala dosa.+

8 Kalau kita berkata, ”Kita tidak berdosa,” itu berarti kita menipu diri+ dan kebenaran tidak ada dalam diri kita. 9 Allah itu setia dan adil, sehingga kalau kita mengakui dosa kita, Dia akan mengampuni dosa kita dan membersihkan kita dari semua perbuatan buruk.+ 10 Tapi kalau kita berkata, ”Kita tidak pernah berbuat dosa,” kita seolah-olah menjadikan Allah pendusta, dan firman-Nya tidak ada dalam hati kita.

2 Anak-anak, saya menulis tentang semua ini supaya kalian tidak berbuat dosa. Tapi kalau ada yang berbuat dosa, kita punya penolong* yang ada bersama Bapak, yaitu Yesus Kristus,+ yang perbuatannya benar.+ 2 Dia adalah korban pendamaian+ bagi dosa kita,+ bukan bagi dosa kita saja tapi juga bagi dosa seluruh dunia.+ 3 Dan kalau kita terus menaati perintah-perintahnya, itu tandanya kita mengenal dia.* 4 Orang yang berkata, ”Saya mengenal dia,” tapi tidak menaati perintah-perintahnya adalah pembohong, dan kebenaran tidak ada dalam diri orang itu. 5 Sebaliknya, orang yang menaati kata-katanya menunjukkan bahwa kasihnya kepada Allah benar-benar sempurna.+ Itulah tandanya kita bersatu dengan dia.+ 6 Orang yang mengaku bersatu dengan dia wajib mengikuti jalan hidupnya.+

7 Saudara-saudara yang terkasih, saya tidak menulis kepada kalian tentang suatu perintah baru, tapi perintah lama yang kalian terima sejak awal.+ Kalian sudah pernah mendengar perintah lama ini. 8 Meski begitu, perintah yang saya tulis ini baru. Perintah ini telah dijalankan oleh dia dan juga kalian. Dan sekarang, kegelapan hampir hilang dan terang yang sejati sudah bersinar.+

9 Orang yang mengaku berada dalam terang tapi membenci+ saudaranya masih berada dalam kegelapan.+ 10 Orang yang mengasihi saudaranya berada dalam terang.+ Tidak ada apa pun pada dirinya yang bisa membuat tersandung. 11 Tapi orang yang membenci saudaranya berada dalam kegelapan dan berjalan dalam kegelapan.+ Karena gelap, matanya tidak bisa melihat arah.+

12 Anak-anak, saya menulis kepada kalian sebab dosa-dosa kalian telah diampuni karena namanya.+ 13 Bapak-bapak, saya menulis kepada kalian karena kalian sudah mengenal dia yang ada sejak dulu. Anak-anak muda, saya menulis kepada kalian karena kalian sudah menaklukkan si jahat.*+ Anak-anak kecil, saya menulis kepada kalian karena kalian sudah mengenal Allah, Bapak kita.+ 14 Bapak-bapak, saya menulis kepada kalian karena kalian telah mengenal dia yang ada sejak dulu. Anak-anak muda, saya menulis kepada kalian karena kalian teguh+ dan firman Allah tetap ada dalam diri kalian,+ dan kalian sudah menaklukkan si jahat.*+

15 Jangan mencintai dunia ini atau apa pun yang ada di dalamnya.+ Kalau seseorang mencintai dunia, dia tidak mengasihi Bapak,+ 16 karena semua yang ada di dunia ini, seperti keinginan tubuh yang berdosa,*+ keinginan mata,+ dan keinginan untuk memamerkan harta, tidak berasal dari Bapak, tapi dari dunia. 17 Selain itu, dunia ini sudah akan berakhir, begitu juga dengan keinginannya.+ Tapi, orang yang melakukan kehendak Allah akan hidup selamanya.+

18 Anak-anak, ini adalah jam terakhir. Kalian sudah dengar bahwa antikristus akan datang.+ Sekarang pun antikristus sudah banyak.+ Dari situlah kita tahu bahwa kita hidup pada jam terakhir. 19 Mereka tadinya bersama-sama kita, tapi mereka keluar karena mereka berbeda dengan kita.+ Kalau mereka sama dengan kita, mereka pasti masih bersama kita. Tapi, mereka keluar supaya jelas bahwa tidak semua orang seperti kita.+ 20 Kalian telah dilantik* oleh Yang Kudus,+ dan kalian semua punya pengetahuan. 21 Saya menulis kepada kalian bukan karena kalian tidak mengetahui kebenaran,+ tapi karena kalian mengetahuinya, dan karena tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.+

22 Siapa pendusta itu, kalau bukan dia yang menolak bahwa Yesus itu Kristus?+ Dialah antikristus itu,+ yang menolak Bapak dan Putra. 23 Siapa pun yang tidak menerima Putra tidak akan diterima Bapak juga.+ Tapi, siapa pun yang mengakui Putra+ akan diterima Bapak juga.+ 24 Apa yang sudah kalian dengar sejak awal harus tetap ada dalam hati kalian.+ Kalau apa yang kalian dengar sejak awal tetap ada dalam hati kalian, kalian akan tetap bersatu dengan Putra dan dengan Bapak. 25 Selain itu, Dia sendiri menjanjikan kehidupan abadi kepada kita.+

26 Saya menulis surat ini karena ada orang-orang yang mencoba menyesatkan kalian. 27 Kalian sudah dilantik oleh-Nya dengan kuasa kudus-Nya,*+ dan kuasa* itu tetap ada dalam diri kalian, sehingga kalian tidak perlu diajar siapa-siapa lagi. Kuasa itu benar, bukan dusta, dan mengajari kalian segala sesuatu.+ Sesuai dengan apa yang diajarkannya, tetaplah bersatu dengan dia.+ 28 Jadi anak-anak, tetaplah bersatu dengan dia, supaya kita bisa berbicara dengan leluasa+ saat dia memperlihatkan dirinya, dan tidak merasa malu sehingga menjauh darinya pada masa kehadirannya. 29 Kalian tahu bahwa dia benar, jadi kalian juga tahu bahwa orang yang terus melakukan apa yang benar adalah anak Allah.+

3 Lihatlah betapa besar kasih Bapak kepada kita,+ sehingga kita disebut anak-anak Allah!+ Kita memang anak-anak-Nya. Tapi dunia tidak mengenal kita,+ karena mereka tidak mengenal Dia.+ 2 Saudara-saudara yang terkasih, kita sekarang anak-anak Allah,+ tapi kita belum tahu seperti apa kita nantinya.+ Yang kita tahu, kita akan menjadi seperti Dia saat Dia memperlihatkan diri-Nya, karena kita akan benar-benar melihat Dia. 3 Setiap orang yang mengharapkan hal itu dari-Nya harus menyucikan diri,+ karena Dia suci.

4 Siapa pun yang terus berbuat dosa terus melanggar hukum, karena dosa adalah pelanggaran hukum. 5 Kalian juga tahu bahwa Yesus Kristus datang* untuk menghapus dosa kita,+ dan tidak ada dosa dalam dirinya. 6 Setiap orang yang tetap bersatu dengan dia tidak terus berbuat dosa.+ Orang yang terus berbuat dosa tidak melihat dia atau mengenal dia. 7 Anak-anak, jangan biarkan siapa pun menyesatkan kalian. Orang yang terus berbuat benar adalah orang benar, sama seperti Yesus Kristus juga benar. 8 Orang yang terus berbuat dosa adalah anak Iblis, karena Iblis berbuat dosa sejak awal.+ Putra Allah datang untuk menghancurkan semua hasil pekerjaan Iblis.+

9 Semua anak Allah tidak terus berbuat dosa,+ karena benih Allah ada dalam diri mereka. Mereka tidak bisa terus berbuat dosa karena mereka anak-anak Allah.+ 10 Jadi, inilah bedanya anak Allah dan anak Iblis: Siapa pun yang tidak terus melakukan apa yang benar bukan anak Allah, begitu juga dengan yang tidak mengasihi saudaranya.+ 11 Inilah pesan yang sudah kalian dengar sejak awal, yaitu kita harus saling mengasihi,+ 12 tidak seperti Kain, yang adalah anak si jahat* dan membunuh adiknya.+ Kenapa dia membunuh adiknya? Karena perbuatannya sendiri jahat,+ sedangkan perbuatan adiknya benar.+

13 Saudara-saudara, jangan kaget kalau dunia membenci kalian.+ 14 Kita tahu bahwa dulu kita seolah-olah mati, tapi sekarang kita hidup+ karena mengasihi saudara-saudara.+ Orang yang tidak mengasihi saudaranya seolah-olah sudah mati.+ 15 Setiap orang yang membenci saudaranya adalah pembunuh,+ dan kalian tahu bahwa pembunuh tidak akan mendapat kehidupan abadi.+ 16 Kita mengerti tentang kasih karena Yesus Kristus menyerahkan nyawanya* bagi kita,+ dan kita harus rela menyerahkan nyawa* kita bagi saudara kita.+ 17 Kalau orang yang berkecukupan melihat saudaranya butuh bantuan tapi tidak mau beriba hati kepadanya, mana mungkin dia mengasihi Allah?+ 18 Anak-anak, kita harus mengasihi, bukan dengan kata-kata atau di bibir saja,+ tapi dengan tindakan+ yang tulus.+

19 Dengan begitu, kita tahu bahwa kita ada di pihak kebenaran, dan kita akan meyakinkan* hati kita bahwa Allah mengasihi kita, 20 kalaupun hati kita membuat kita merasa bersalah dalam hal apa pun, karena Allah lebih besar daripada hati kita* dan tahu segala sesuatu.+ 21 Saudara-saudara yang terkasih, kalau hati kita tidak membuat kita merasa bersalah, kita bisa berbicara dengan leluasa kepada Allah.+ 22 Juga, apa pun yang kita minta akan kita terima dari-Nya,+ karena kita menjalankan perintah-Nya dan melakukan apa yang menyenangkan Dia. 23 Perintah-Nya adalah ini: Kita harus beriman pada nama Yesus Kristus Putra-Nya+ dan saling mengasihi,+ sesuai dengan yang diperintahkan kepada kita. 24 Selain itu, orang yang menjalankan perintah-Nya tetap bersatu dengan Dia, dan Dia bersatu dengan orang itu.+ Dan melalui kuasa kudus* yang Dia berikan kepada kita, kita tahu bahwa Dia tetap bersatu dengan kita.+

4 Saudara-saudara yang terkasih, jangan percaya pada setiap perkataan* yang sepertinya dari Allah.+ Sebaliknya, uji dulu apakah perkataan* itu berasal dari-Nya,+ karena di dunia ini sudah ada banyak nabi palsu.+

2 Begini caranya kalian tahu apakah perkataan itu dari Allah: Kalau perkataan itu mengakui bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, itu berasal dari Allah.+ 3 Tapi kalau perkataan itu tidak mengakui Yesus, itu tidak berasal dari Allah.+ Itu perkataan antikristus. Kalian sudah dengar bahwa itu akan ada,+ dan sekarang itu sudah ada di dunia.+

4 Anak-anak, kalian adalah milik Allah, dan kalian telah menaklukkan mereka,+ karena yang bersatu dengan kalian+ lebih kuat daripada yang bersatu dengan dunia.+ 5 Mereka adalah milik dunia,+ sehingga apa yang mereka katakan berasal dari dunia, dan dunia mendengarkan mereka.+ 6 Kita adalah milik Allah. Orang yang mengenal Allah mendengarkan kita,+ sedangkan yang bukan milik Allah tidak mendengarkan kita.+ Begitulah caranya kita membedakan perkataan yang benar dan yang salah.+

7 Saudara-saudara yang terkasih, mari kita terus saling mengasihi,+ karena kasih berasal dari Allah. Orang yang mengasihi adalah anak Allah dan mengenal Allah.+ 8 Siapa pun yang tidak mengasihi tidak mengenal Allah, karena Allah adalah kasih.+ 9 Inilah cara Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita: Allah mengutus Putra tunggal-Nya ke dunia,+ supaya kita bisa mendapatkan kehidupan melalui dia.+ 10 Allah mengutus Putra-Nya sebagai korban pendamaian+ bagi dosa kita,+ bukan karena kita telah mengasihi Dia, tapi karena Dia mengasihi kita.

11 Saudara-saudara yang terkasih, kalau beginilah cara Allah mengasihi kita, kita pun wajib saling mengasihi.+ 12 Tidak ada yang pernah melihat Allah.+ Tapi kalau kita terus saling mengasihi, Allah tetap bersama kita dan kasih-Nya menjadi sempurna dalam diri kita.+ 13 Kita tahu bahwa kita bersatu dengan Dia dan Dia bersatu dengan kita, karena Dia telah memberi kita kuasa kudus-Nya.* 14 Selain itu, kami sendiri telah melihat dan bersaksi bahwa Bapak telah mengutus Putra-Nya sebagai penyelamat dunia.+ 15 Kalau seseorang mengakui bahwa Yesus adalah Putra Allah,+ Allah tetap bersatu dengan orang itu, dan orang itu bersatu dengan Allah.+ 16 Kita sekarang tahu dan percaya bahwa Allah mengasihi kita.+

Allah adalah kasih.+ Orang yang terus mengasihi tetap bersatu dengan Allah, dan Allah bersatu dengan dia.+ 17 Karena itulah kasih menjadi sempurna dalam diri kita, sehingga kita bisa berbicara dengan leluasa+ pada hari penghakiman, karena kita yang di dunia ini sama seperti Yesus Kristus. 18 Kasih tidak mengenal rasa takut.+ Kasih yang sempurna justru mengusir rasa takut, karena rasa takut membatasi kita. Orang yang merasa takut tidak memiliki kasih yang sempurna.+ 19 Kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasihi kita.+

20 Kalau seseorang berkata, ”Saya mengasihi Allah,” tapi membenci saudaranya, dia pembohong.+ Orang yang tidak mengasihi saudaranya yang bisa dia lihat tidak bisa mengasihi Allah, yang tidak pernah dia lihat.+ 21 Kita telah menerima perintah ini dari dia:* Orang yang mengasihi Allah juga harus mengasihi saudaranya.+

5 Setiap orang yang percaya bahwa Yesus itu Kristus adalah anak Allah,+ dan setiap orang yang mengasihi Bapak juga mengasihi anak-Nya. 2 Kita tahu bahwa kita mengasihi anak-anak Allah+ kalau kita mengasihi Allah dan menaati perintah-Nya. 3 Mengasihi Allah berarti menjalankan perintah-Nya.+ Meski begitu, perintah-perintah-Nya tidak membebani,+ 4 karena semua anak Allah menaklukkan dunia.+ Yang membuat kita bisa menaklukkan dunia adalah iman kita.+

5 Siapa yang bisa menaklukkan dunia?+ Bukankah orang yang beriman bahwa Yesus itu Putra Allah?+ 6 Yesus Kristus datang dengan air dan darah, bukan cuma dengan air,+ tapi dengan air dan darah.+ Kuasa kudus* pun bersaksi tentang hal itu,+ karena kuasa kudus* menyingkapkan* kebenaran. 7 Ada tiga yang bersaksi tentang hal itu: 8 kuasa kudus,*+ air,+ dan darah.+ Ketiganya memberikan kesaksian yang sama.

9 Kalau kesaksian manusia saja kita terima, apalagi kesaksian Allah yang lebih unggul. Allah sendiri telah memberikan kesaksian tentang Putra-Nya. 10 Orang yang beriman kepada Putra Allah telah menerima kesaksian itu dalam hatinya. Orang yang tidak beriman kepada Allah seolah-olah menjadikan Allah pembohong,+ karena dia tidak beriman kepada kesaksian yang Allah berikan tentang Putra-Nya. 11 Inilah kesaksiannya: Allah memberi kita kehidupan abadi,+ dan kita mendapatkannya melalui Putra-Nya.+ 12 Orang yang menerima Putra mendapatkan kehidupan itu, sedangkan yang tidak menerima Putra Allah tidak mendapatkannya.+

13 Saya menulis hal-hal ini kepada kalian yang beriman pada nama Putra Allah,+ supaya kalian tahu bahwa kalian memiliki kehidupan abadi.+ 14 Inilah yang kita yakini:*+ Kalau kita meminta apa pun sesuai dengan kehendak-Nya, Dia mendengarkan kita.+ 15 Dan kalau kita tahu bahwa Dia mendengarkan apa pun yang kita minta, kita tahu bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita minta, karena kita sudah memintanya dari Dia.+

16 Kalau seseorang melihat saudaranya berbuat dosa, tapi bukan dosa yang membuatnya pantas mati, orang itu harus mendoakan dia, dan Allah akan memberi dia kehidupan.+ Ini berlaku bagi orang-orang yang dosanya tidak membuat mereka pantas mati. Tapi, ada dosa yang membuat orang pantas mati,+ dan saya tidak meminta siapa pun berdoa untuk orang yang dosanya seperti itu. 17 Semua perbuatan salah adalah dosa,+ tapi ada dosa yang tidak membuat orang pantas mati.

18 Kita tahu bahwa semua orang yang menjadi anak-anak Allah tidak terus berbuat dosa. Sebaliknya, mereka dijaga oleh Putra Allah dan tidak bisa disentuh* oleh si jahat.*+ 19 Kita tahu kita milik Allah, tapi seluruh dunia dikuasai oleh si jahat.*+ 20 Meski begitu, kita tahu bahwa Putra Allah sudah datang,+ dan dia sudah memberi kita pemahaman* sehingga kita bisa tahu tentang Allah yang benar.+ Kita pun bersatu dengan Allah yang benar melalui Putra-Nya, Yesus Kristus. Itulah Allah yang benar dan sumber kehidupan abadi.+ 21 Anak-anak, jauhilah berhala.+

Atau ”berada dalam persekutuan”.

Atau ”kegelapan yang bersatu dengan Dia”.

Atau ”pembela”.

Kata ”dia” atau ”-nya” di ayat ini dan beberapa ayat lain di pasal ini bisa memaksudkan Yesus, bisa juga Allah.

Maksudnya, Setan.

Maksudnya, Setan.

Atau ”keinginan daging”.

Atau ”diurapi”.

Atau ”diurapi oleh-Nya”.

Atau ”pengurapan”.

Lit.: ”dibuat nyata”.

Maksudnya, Iblis.

Atau ”jiwanya”.

Atau ”jiwa”.

Atau ”membujuk”.

Atau ”Allah lebih tahu tentang kita daripada kita sendiri”.

Umumnya disebut ”roh kudus”. Lihat Daftar Istilah.

Lit.: ”roh”.

Lit.: ”roh”.

Umumnya disebut ”roh kudus”. Lihat Daftar Istilah.

Bisa memaksudkan Yesus, bisa juga Allah.

Umumnya disebut ”roh kudus”. Lihat Daftar Istilah.

Umumnya disebut ”roh kudus”. Lihat Daftar Istilah.

Lit.: ”adalah”.

Umumnya disebut ”roh kudus”. Lihat Daftar Istilah.

Atau ”Kita bisa berbicara dengan leluasa kepada-Nya”.

Atau ”dicengkeram”.

Maksudnya, Setan.

Maksudnya, Setan.

Lit.: ”kemampuan untuk memahami”.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan