-
KedemaPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEDEMA
[Ke arah Timur; Menuju Timur].
Putra Ismael, yang disebutkan pada urutan terakhir di Kejadian 25:15 dan 1 Tawarikh 1:31. Sebagai penggenapan janji Yehuwa kepada Abraham (Kej 17:20), Kedema adalah salah satu di antara 12 pemimpin keturunan Ismael.
-
-
KedemotPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEDEMOT
[dari kata dasar yang artinya ”timur”].
Nama yang digunakan untuk sebuah kota di sebelah timur S. Yordan dan tampaknya juga untuk padang belantara di sekitarnya. Dari Padang Belantara Kedemot, Musa mengirim utusan kepada Raja Sihon, orang Amori, meminta izin melewati negerinya. (Ul 2:26, 27) Pada mulanya Kedemot diberikan kepada orang Ruben, tetapi belakangan ditetapkan bagi orang Lewi keturunan Merari. (Yos 13:15, 18; 21:34, 36, 37; 1Taw 6:77-79) Para pakar biasanya cenderung menganggapnya sama dengan salah satu tell di dekat hulu Wadi Arnon, seperti Qasr ez-Zafaran, kira-kira 16 km di sebelah timur laut tempat yang diperkirakan sebagai situs Dibon kuno.
-
-
KedesPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEDES
[Tempat Kudus].
1. Kota di bagian selatan Yehuda (Yos 15:21, 23), mungkin sama dengan Kades-barnea.—Lihat KADES, KADES-BARNEA.
2. Kota di daerah Naftali yang diberikan kepada keturunan Gersyon dan disisihkan sebagai kota perlindungan. (Yos 20:7; 21:32, 33; 1Taw 6:71, 76) Karena lokasinya, kota ini disebut juga ”Kedes-naftali” (Hak 4:6) dan ”Kedes di Galilea”. (Yos 20:7) Kedes tampaknya adalah tempat kediaman Hakim Barak; di sanalah ia mengerahkan 10.000 anak buahnya dari daerah Naftali dan Zebulon sebelum mereka meraih kemenangan atas pasukan Kanaan yang dipimpin Sisera. (Hak 4:6, 10) Berabad-abad kemudian kota tersebut ditaklukkan oleh Raja Tiglat-pileser III dari Asiria pada masa pemerintahan Raja Pekah dari Israel (± 778-759 SM).—2Raj 15:29.
Kedes dianggap sama dengan Tell Qades (Tel Qedes), sebuah bukit yang menghadap dataran yang kecil dan subur, kira-kira 20 km di sebelah barat daya Dan.
3. Tempat di daerah Isakhar yang ditetapkan untuk ”putra-putra Gersyom” (1Taw 6:71, 72), tampaknya sama dengan ”Kisyion” yang disebutkan dalam daftar yang paralel di Yosua 21:28. Ada yang berpendapat bahwa tempat ini mungkin berlokasi di Tell Abu Qedeis (Tel Qedes), kira-kira 4 km di sebelah tenggara Megido. Pendapat ini tampaknya cocok dengan Yosua 12:21, 22, yang menyiratkan bahwa Kedes terletak di daerah sekitar Megido dan Yokneam. Karena Barak mengalahkan Sisera di daerah Megido (Hak 5:19), bisa jadi di Kedes yang inilah (dan bukan No. 2) Yael membunuh Sisera, panglima tentara Kanaan, di kemahnya.—Hak 4:11, 17, 21.
-
-
KefasPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEFAS
Lihat PETRUS.
-
-
KeguguranPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEGUGURAN
Keluarnya embrio atau janin sebelum ia dapat hidup sendiri. Secara umum, aborsi sering kali dibedakan dari keguguran, yang pertama didefinisikan sebagai tindakan mengosongkan rahim wanita hamil dengan disengaja, yang kedua dianggap sebagai terhentinya kehamilan tanpa disengaja dan tak terelakkan. Kata Ibrani sya·khalʹ, yang artinya ”mengalami keguguran” (Kel 23:26), juga diterjemahkan ”kehilangan” (Ul 32:25), ”kehilangan anak-anak” (Im 26:22), ”keguguran” (Hos 9:14), dan ”menjadi tidak berbuah” (Mal 3:11). Kata Ibrani yoh·tseʼthʹ, yang diterjemahkan ”keguguran” di Mazmur 144:14, berasal dari kata dasar yang artinya ”keluar”. (Bdk. Kej 27:30.) Ungkapan ”bayi yang gugur” dan ”anak gugur” (Mz 58:8; Pkh 6:3) digunakan untuk menerjemahkan kata Ibrani neʹfel, yang diambil dari kata dasar na·falʹ, artinya ”jatuh”.—Bdk. Yes 26:18, NW.
Keguguran yang tidak terelakkan dapat diakibatkan oleh kecelakaan, penyakit menular, stres dan ketegangan mental atau jasmani, atau karena kelemahan tubuh secara umum di pihak ibu. Air dekat Yerikho menimbulkan kematian, menyebabkan keguguran, hingga nabi Yehuwa, Elisa, menyembuhkannya.—2Raj 2:19-22.
Upaya pengguguran dengan alat, obat, atau operasi medis, dengan tujuan tunggal untuk menghindari kelahiran anak yang tidak diinginkan, merupakan tindakan kejahatan yang serius dalam pandangan Allah. Sebagai karunia yang berharga dari Allah, kehidupan itu suci. Oleh karena itu, hukum Allah kepada Musa melindungi kehidupan bayi yang belum lahir bukan hanya terhadap tindak kejahatan aborsi, karena jika dalam suatu perkelahian antarpria seorang wanita hamil atau janinnya mengalami kecelakaan yang fatal, ”maka engkau harus memberikan jiwa ganti jiwa”. (Kel 21:22-25) Tentu saja, sebelum menerapkan hukuman itu, para hakim mempertimbangkan situasi dan tingkat kesengajaan. (Bdk. Bil 35:22-24, 31.) Tetapi untuk menandaskan betapa seriusnya upaya apa pun yang disengaja untuk menimbulkan cedera, Dr. J. Glenn mengomentari, ”Embrio yang hidup dalam rahim ADALAH suatu individu manusia, sehingga memusnahkannya sama saja dengan melanggar perintah keenam.”—The Bible and Modern Medicine, 1963, hlm. 176.
Jika dipandang dengan tepat, buah kandungan adalah berkat dari Yehuwa. (Im 26:9; Mz 127:3) Oleh karena itu, sewaktu menjanjikan kemakmuran bagi Israel, Allah memberikan jaminan akan puncak kehamilan yang sukses dan lahirnya anak-anak, dengan berfirman, ”Tidak akan ada wanita yang mengalami keguguran ataupun wanita yang mandul di tanahmu.” (Kel 23:26) Di pihak lain, sebagaimana ditunjukkan dalam doa orang adil-benar, bukti bahwa Allah tidak berkenan atas musuh-musuh-Nya adalah rahim mereka mudah keguguran dan mereka menjadi seperti bayi yang gugur yang tidak pernah melihat matahari.—Mz 58:8; Hos 9:14.
Dalam kesengsaraannya, Ayub merenungkan bahwa lebih baik ia seperti ”bayi yang gugur dan disembunyikan”. ”Mengapa aku tidak mati sejak dari rahim?” jerit pria yang tersiksa ini. (Ayb 3:11-16) Salomo juga bernalar bahwa janin yang gugur lebih baik daripada orang yang hidup untuk waktu yang panjang tetapi tidak pernah menikmati kehidupan.—Pkh 6:3.
Keguguran karena penyakit infeksi pada ternak, yang dicirikan dengan kelahiran prematur, dapat menjangkiti binatang seperti lembu, kuda, domba, dan kambing. Keguguran akibat kelalaian atau penyakit binatang peliharaan juga telah dikenal sejak zaman patriark Yakub dan Ayub.—Kej 31:38; Ayb 21:10.
-
-
KehelataPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEHELATA
[dari kata dasar yang artinya ”sidang jemaat”].
Salah satu tempat perkemahan orang Israel sewaktu mengembara di padang belantara. (Bil 33:22, 23) Sekarang, di mana lokasinya secara persis tidak diketahui.
-
-
KeilaPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEILA
Kota berbenteng milik Yehuda di Syefela. (Yos 15:20, 33, 44; 1Sam 23:7) Mungkin Keila didirikan atau, pada suatu waktu, diperintah oleh seseorang atau beberapa orang keturunan Kaleb. (1Taw 4:15, 19) Umumnya kota itu dianggap sama dengan Khirbet Qila (Qeila), di atas sebuah bukit kira-kira 14 km di sebelah barat laut Hebron. Seperti halnya di wilayah Keila kuno, kini di sekitar Khirbet Qila ditanami biji-bijian.—Bdk. 1Sam 23:1.
Daud, yang dikejar-kejar Raja Saul, menyelamatkan Keila dari tangan orang Filistin. Namun, setelah itu ia dan anak buahnya harus melarikan diri dari kota itu agar tidak diserahkan kepada pasukan Saul oleh para pemilik tanah di Keila.—1Sam 23:5, 8-13.
Kota itu dihuni kembali setelah pembuangan di Babilon. Pada waktu tembok Yerusalem diperbaiki di bawah pengarahan Nehemia, di Keila terdapat dua setengah-distrik yang masing-masing memiliki ”pembesar”.—Neh 3:17, 18.
-
-
Keinginan akan Milik Orang LainPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEINGINAN AKAN MILIK ORANG LAIN
Lihat TAMAK, KETAMAKAN.
-
-
Kejadian, BukuPemahaman Alkitab, Jilid 1
-
-
KEJADIAN, BUKU
Buku pertama dalam Pentateukh (bhs. Yunani untuk ”lima gulungan” atau ”lima buku terjilid”). ”Kejadian” (artinya ”Asal Usul; Kelahiran”) adalah nama yang diberikan kepada buku pertama dari lima buku ini dalam Septuaginta Yunani, sedangkan judul Ibraninya Bereʼ·syithʹ (Pada Mulanya) diambil dari kata pertama dalam kalimat pembukaannya.
Waktu dan Tempat Penulisan. Tampaknya, buku Kejadian adalah bagian dari satu karya tulis asli (Taurat), yang mungkin dirampungkan oleh Musa di Padang Belantara Sinai pada tahun 1513 SM. Setelah Kejadian 1:1, 2 (yang menyebutkan penciptaan langit dan bumi), buku ini rupanya meninjau rentang waktu ribuan tahun sewaktu bumi dipersiapkan untuk dihuni manusia (lihat CIPTAAN; PENCIPTAAN; dan HARI), kemudian meninjau periode sejak penciptaan manusia sampai tahun 1657 SM, ketika Yusuf mati.—Lihat KRONOLOGI (Dari Penciptaan Manusia sampai Sekarang).
Penulis. Beberapa orang skeptis mengemukakan bahwa tulisan belum dikenal pada zaman Musa, namun sekarang keberatan ini pada umumnya diabaikan. Dalam bukunya New Discoveries in Babylonia About Genesis (1949, hlm. 35), P. J. Wiseman mengemukakan bahwa riset arkeologis memberikan banyak bukti bahwa ”seni menulis dimulai sangat awal dalam sejarah manusia”. Hampir semua pakar modern mengakui bahwa tulis-menulis sudah ada jauh sebelum zaman Musa (milenium kedua SM). Pernyataan seperti yang terdapat di Keluaran 17:14, ”Tuliskanlah hal ini dalam buku agar diingat,” mendukung fakta bahwa pada zaman Musa tulis-menulis merupakan hal yang lazim. Adam pasti memiliki kesanggupan untuk merancang suatu bentuk tulisan, karena Allah telah memberikan suatu bahasa kepadanya, sebagai manusia sempurna, dengan kesanggupan untuk menggunakannya secara sempurna. Tapi, Alkitab tidak menunjukkan bahwa Adam melakukan hal itu.—Kej 2:19, 23.
Dari mana Musa memperoleh informasi yang ia masukkan dalam buku Kejadian?
Semua informasi yang terdapat dalam buku Kejadian menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum Musa lahir. Informasi itu bisa jadi ia terima secara langsung melalui penyingkapan ilahi. Jelas bahwa informasi yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelum penciptaan manusia harus diterima dengan cara ini, baik oleh Musa ataupun seseorang sebelum dia. (Kej 1:1-27; 2:7, 8) Namun, informasi ini dan perincian-perincian
-